Jumat, 25 Juli 2008
Kamis, 24 Juli 2008
Rabu, 23 Juli 2008
Rabu, 16 Juli 2008
?
mengepak sayap
karena elang punya bakat
berpacu cepat
karena kuda juga punya
jugakah sama
sebagaimana kita
terkadang hidup memang berat
terasanya
ketika langit
menunjukkan halilintarnya
ketika tebing
menunjukkan tinginya
ketika jalan
menunjukkan jauhnya
aku berhenti dipinggir jalan
sambil menyesali
mengapa tak punya bakat
mengalun juga kata
oleh suara-suara kebenaran
"bukankah
bakat itu hadiah
tapi
apapun
dan
seberapapun
juga kan bisa
dengan ketiadaan bakat
bukankah
manusia itu air
bisa berwarna
juga menguap
juga membeku
tinggal bagaimana usaha"
KEMBALI[tak selayaknya aku ingin]
entah kita
atau hanya aku saja
masa lalu menunjukkan
bayang-bayang keindahannya
senyuman dalam
balutan kedamaian
ditengah jalan
saat ada srigala yang harus dilawan
terlintas tuk berpaling
menoleh kebelakang
inginkan kembali
saat tak ada
jalan yang jauh dan berat
tak ada
srigala yang harus dilawan
tapi layak kahku
harapkan ke mbali ke
masa lalu
padahal tujuan
telah menunggu
ada senyuman
dan kedamaian
yang harus diwujudkan
untuk masa depan
Jumat, 11 Juli 2008
juga nanti
apa yang akan terjadi setelah ini
bukankah tida' hanya hari ini
tapi juga nanti
dan nanti bukan dimulai esok hari
mungkin bisa, tapi kenapa menunggu
akankah waktu berikan kesempatan
membayar yang kubuang
Rabu, 09 Juli 2008
PUISI [kucoba lagi]
hidup terasa tidak ada lagi
jalan naungan kebenaran
ketika pernah berpaling
terasa jadi penjahat selamanya
keputusasaan
menghinggapi langkah waktu
semakin erat
"mungkin kesalahan
tak akan terhapuskan
tapi akankah tetap
dalam kegelapan
bukan kah masih
tersisa waktu
untuk jalan kebenaran"
dentang masa
mengapa minggu cepat membunuh
sabtu-jum'at-kamis
juga sebelumnya
apaka rena ku
sudah menapak minggu
atauka rena
sabtu-jum'at-kamis
aku yang membunuhnya
kini menapak minggu
tapi taman ini
pohon dan bunganya terbakar
bahkan, apinya
sejak senin lalu
harus padamkan apinya, tanam lagi
belum lagi harus menyiram bunganya
untuk mekar esok hari
dentang masa
berdentang tapi aku
tak dengar
padahal ia
tak akan menungguku
terus mendekatkanku pada
jurang akhirku
karena membunuh waktu
maka aku yang akan terbunuh
sebelum bisa berikan sesuatu
nyala yang sepi
ia menyala juga
walau apinya bukan dariku
hebat lagi
jika aku pematiknya
ya ia menyala
tapi sepi
nyalanya
kututupi sendiri
lalu pasti mati
kebenaran jadi asap
hilang tak jadi sikap
tersiram rasa berat
tersiram rasa takut
mati saja
mati
mati
mati
percuma
atau
coba bangkit
hidup
hidup
hidup
berjuang
uapkan rasa berat
uapkan rasa takut
dan api yang telah padam
nyalakan
jadikan
sikap
.
entah kenapa
aku seperti pengecut
meringkuk di sudut di bawah bukit
yang mereka bangun
dengan api dan keringat
mereka tak juga menyerah
terus menumpuk bukit menuju langit
tapi ku tak juga tergerak
ku berkata di sini indah
ada pohon rindang
bunga yang mewangi
juga rumput yang nyaman
aku menikmati
sembari membius nurani
nurani memberontak, samar ia berkata
"wahai pejuang
mengapa jadi pengecut
sudah lupakah engkau
perintah PenciptaMu"
sempat bimbang
pun juga akhirnya tak ku hiraukan
tetap bermain di sini sambil berdendang
lalu mereka menghampiri
tuk berkata
"wahai pejuang
mengapa masih di sini
bermain dengan setan"
seraya menunjukan
selimut kegelapan
yang menutupi jiwaku
"wahai pejuang
sudah lupakah
mengapa engkau dicipta"
aku...........
sebenarnya aku...........
aku bisa melihat langit itu
tapi jalannya terasa berat
sepertinya terlalu jauh
dan aku takut
pada angin yang menerjang
juga hujan
juga petir
juga badai
......................................
harusnya ada
Pernahkah ada
ini bukan sebatas kata
Pernahkah ada
ini tak sekedar indah
Pernahkah ada
ini jadi begitu bermakna
Pernahkah ada
ini menjadi sikap yang ada
Pernahkah aku melangkah
lebih dari sekedar bahasa
Pernahkah aku berusaha
menggapai langit
lebih tinggi dari sebatas kata
*
padahal setiap hari
aku menyelam dalam
lautan kehidupan ciptaanMu
padahal setiap hari
aku terbang tinggi
langit kebahagiaan ciptaanMu
tapi.......
aku tak selalu melihat dengan cahaya keagunganMu
aku tak selalu melangkah dalam jalan kebenaranMu
hingga hilang sebuah nikmat
hingga aku tersadar
walau aku ingin
tapi sepertinya tak pantas aku memohon
Kau kembalikan nikmat yang telah hilang
kerena begitu
besar dosaku
hilang sebuah nikmat ini
membuka jiwaku
untuk melihat kesalahanku
maafkan aku......
yang pernah menghianatiMu
dan terkadang melupakanMu
melupakan
kasihMu
atas seluruh hidupku
melupakan tujuanMu untukku memancarkan cahayaMu
maafkan aku......
melupakanMu dalam kebahagiaan fana
memohon kasihMu dalam kelemahanku
maafkan aku......
sejuta maaf padaMu
dan ku kan berusaha
sepenuh hidupku untukMu
roses from violet
untuk violet yang pernah kucinta
untuk semua rasa yang pernah indah dalam jiwa
semua telah berlalu
tapi cintaku masih ada
walau hanya secercah cahaya
masih terasa
kau begitu indah
tapi bayangmu perlahan sirna
semakin jauh kau pergi
selama ini aku hanya menanti
bukan mencari
karena memang cinta ini telah pudar
dan kutersadar
kau bukan cinta sejatiku
bahkan mungkin bukan cinta
tapi hanya sebuah rasa
yang pertama kurasa
dan kutahu ini
bukanlah cinta
saat itu aku menyukaimu
hanya karena keindahanmu
bukan melihat cahaya dalam jiwamu
tapi bila suatu saat nanti
kita bertemu lagi
dan terlihat
ada cahaya dalam jiwamu
saat itu aku akan mencintaimu
dengan cinta sejatiku
maka temanilah jalanku
kita akan bersama
meraih satu cahaya
semua karena
dimanakah bahagia yang sesungguhnya itu berada?
sempat terlintas
mengapa aku tersesat
tenggelam dalam
tawa para setan
tertipu
kebahagiaan semu
terbuai gelapnya dunia
terlupa akan arti hidupku
semua karena
bahagia yang kucari
semakin tenggelamkanku
bahagia ini bukan kebenaran
ini hanyalah kesengsaraan bertopeng kebahagiaan
langit hari ini
"aku ingin selalu melihat bintang sebagai tujuan,eh bukan
maksudku bukan sekedar ingin tapi HARUS"
Dulu aku selalu melihat langit
hanya sebatas angan
Kini aku melihat langit
sebuah tujuan
Dan walau rumput ini nyaman
dan bunga ini wangi
dan pohon ini rindang
Akanku tinggalkan
Karena bintang
ada dilangit
Tapi kujuga butuh
segenggam semangat darimu
Karena terkadang angin yang menerjang
terlalu kencang
dan aku tak ingin terhempas
aku...
tak ingin mati tanpa arti
aku...
tak ingin hilang tanpa berjuang
sebatas kata
"kuharap ini tak akan sebatas kata"
Hanya sebatas kata
adalah percuma
Semangat tak akan bermakna
jika hanya dalam kata
Tujuan akan sia-sia
jika hanya mimpi belaka
Tapi kata akan memberi semangat
jika kita menyadarimya
kebenaran dalam kata
Tujuan akan terwujud
jika sekuat tenaga kita berusaha
give me spirit
hey aku di sini
ya...di bawah sini
ulurkanlah tanganmu
segenggam semangat darimu
ulurkanlah tanganmu
karena aku...
gelap di sini
jauh sendiri
aku tahu langit di atas sana
tapi sayap ini terlalu lemah
karena itu...
ulurkanlah tanganmu
segenggam semangat darimu
di bawah bintang aku
di dalam kesunyian ini aku terjaga
memandangi langit menikmati bintang
hanya ditemani kesendirian
hanya diramaikan keheningan
hanya dihangatkan kedinginan
hanya disinari kegelapan
memandang langit dalam keheningan
kubiarkan sejenak
dalam renungan
bintang itu ciptaanMu
awan itu.....
bulan itu....
langit itu...
juga aku
adalah ciptaanmu
sepenuhnya milikMu
harusnya sepenuh hidupku
sepenuhnya untukMu



















